Jul 23, 2007 Selamat datang di rumah cinta...rumah yang baru saja dibenahi setelah membaca surat dari yang terkasih. Semoga cinta kami berujung pada naungan cinta dari pemegang jiwa manusia... Posted by ummu on Jan 3, '10 10:06 PM for everyone
Posted by ummu on Dec 18, '09 5:48 AM for everyone |  | bentou-nya Hafizh-kun dan Abi. belum variatif gara-gara berpikiran bahwa bentou itu harus bermacam-macam isinya sehingga bikin ribet masaknya :( ternyata setelah lihat bentou-nya mbak Rahma :) ternyata bentou itu simple lho! |
Posted by ummu on Jan 9, '09 4:00 AM for everyone Dengan menyebut nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha penyayang Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Amma Ba’du Sesungguhnya kejadian yang menimpa saudara-saudara kita sesama muslim di Gaza berupa pembunuhan, penghancuran, serta penjajahan atas mereka yang dilakukan oleh kaum Yahudi terlaknat, tentu dirasakan pedih dan sakit oleh setiap mukmin dan membuat hati mereka teriris. Ya Allah, alangkah murah dan sepele darah kaum muslimin [di mata mereka]. Maha suci Allah, betapa menyakitkan gambaran mayat-mayat [orang-orang tak bersalah itu] di dalam hati orang-orang yang beriman. Alangkah banyak nyawa yang telah melayang, darah yang tertumpahkan, kaum wanita yang ternodai [kehormatannya] , dan begitu banyak rumah-rumah yang dihancurkan. Sesungguhnya kejahatan-kejahatan Yahudi di negeri Palestina yang terampas itu bukan perkara yang aneh dilakukan oleh orang-orang semacam mereka (baca: Yahudi). Lebih parah daripada itu, mereka adalah kaum yang berani mencela dan mengejek al-Bari (Allah) Yang Maha suci. Sebagaimana yang difirmankan oleh-Nya (yang artinya), “Orang-orang Yahudi berkata; ‘Tangan Allah terbelenggu’. Justru tangan-tangan mereka itulah yang terbelenggu dan mereka dilaknat akibat ucapan yang mereka lontarkan. Bahkan, kedua tangan Allah itu terbentang, Dia akan memberi bagaimanapun yang dia suka.” (QS. al-Maa’idah [5]: 64) Mereka adalah para pembunuh nabi-nabi Allah. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hal itu terjadi karena mereka senantiasa mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu terjadi akibat kedurhakaan mereka dan karena mereka selalu saja melampaui batas.” (QS. al-Baqarah [2]: 61) Mereka adalah saudara kera-kera dan babi-babi yang berusaha untuk mengelabui Allah. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan tanyakanlah kepada Bani Israel tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.” (QS. al-A’raaf [7]: 163) Selaras dengan ikatan persaudaraan di atas keimanan, maka sudah semestinya setiap muslim memberikan bantuan sekuat kemampuannya dan memohon dengan sangat kepada Allah dengan doa yang diiringi rasa penuh harap kepada-Nya agar Allah berkenan segera menyingkirkan kesulitan dan musibah yang mencekam saudara-saudara kita [di sana]. Berkaitan dengan kejadian yang begitu memilukan ini, saya ingin mengingatkan kepada saudara-saudaraku kaum muslimin dengan beberapa pelajaran manhaj dari kejadian yang menimpa daerah Gaza Palestina: Pelajaran Pertama Sesungguhnya kejadian yang menyedihkan ini semakin menguatkan kebenaran berita yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala mengenai orang-orang kafir berupa permusuhan mereka yang sengit kepada kaum mukminin. Dan yang harus kita lakukan adalah memusuhi seluruh golongan orang kafir dari kalangan Yahudi, Nasrani, Majusi, dan lainnya, dikarenakan mereka adalah orang-orang kafir. Dan apabila mereka menyakiti dan memerangi kita, maka kebencian kita kepada mereka pun semakin memuncak. Hal ini tentu berbeda dengan apa yang dilontarkan oleh sebagian orang yang menganjurkan untuk tidak memberikan pertolongan yang mengatakan, “Sesungguhnya kita tidak akan memusuhi orang-orang kafir kecuali apabila mereka menyakiti dan memerangi kita.” Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah merasa puas/ridha kepada kalian sampai kalian mau mengikuti millah (ajaran agama) mereka.” (QS. al-Baqarah [2]: 120). Ayat ini menunjukkan bahwa permusuhan mereka kepada kita akan terus berlangsung sampai kita ikut menjadi kafir seperti mereka. Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya) “Sungguh telah terdapat suri teladan yang baik pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya, ketika mereka berkata kepada kaumnya; Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah. Kami mengingkari kalian dan telah tampak dengan jelas antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya, sampai kalian mau beriman kepada Allah semata.” (QS. al-Mumtahanah [60]: 4). Maka kita pun harus memusuhi dan membenci mereka untuk selama-lamanya dikarenakan mereka kafir, sampai mereka mau meninggalkan kekafiran mereka dan beriman kepada Allah semata. Jadi, permusuhan [kita] tidak hanya terbatas kepada orang yang memerangi kita di antara mereka, sebagaimana yang diserukan oleh sebagian da’i yang bersikap lembek [silakan dengar kajian berjudul ‘Surat-surat kepada gerakan HAMAS’ http://www.islamanc ient.com/ lectures, item,346. html, yang disampaikan oleh Syaikh untuk menasihati mereka, pent] Allah ta’ala menegaskan kewajiban permusuhan kita kepada mereka karena mereka adalah orang-orang kafir. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidak akan kamu temukan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir justru berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan rasul-Nya, meskipun orang-orang itu adalah ayah-ayah mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, atau kerabat mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah ditetapkan Allah keimanan di dalam hati mereka.” (QS. al-Mujadilah [58]: 22) Di antara konsekuensi hal itu adalah kita tidak boleh menyerupai ciri khas mereka, baik dalam hal pakaian atau yang lainnya. Dan ini sekaligus merupakan ajakan kepada para pemuda kita, agar mereka meninggalkan pakaian-pakaian olah raga yang padanya terdapat nama-nama pemain (olah raga) yang kafir itu. Bahkan ini juga ajakan kepada segenap kaum muslimin untuk merasa mulia dan bangga dengan keislaman mereka. Agar kaum muslimin memandang kepada orang-orang kafir dengan pandangan permusuhan dan kerendahan, maka tidak benar perkataan bahwa orang kafir itu juga saudara kita sebagaimana yang dilontarkan oleh sebagian da’i yang lembek. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya, mereka bersikap keras kepada orang-orang kafir, dan berkasih sayang dengan sesama mereka.” (QS. al-Fath [48]: 29). Allah juga berfirman (yang artinya), “Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum, Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, berlemah lembut dengan orang-orang mukmin dan keras kepada orang-orang kafir.” (QS. al-Maa’idah [5]: 54) Salah satu perkara yang sangat-sangat mengherankan yaitu anda dapat melihat sebagian orang yang dinisbatkan (disandarkan) kepada kalangan para da’i ila Allah -namun itu adalah penisbatan yang dusta- mereka itu tidak mau mengafirkan Yahudi dan Nasrani. Maka sungguh dia telah mendustakan al-Qur’an yang jelas-jelas telah mengafirkan mereka, maka orang seperti itu kafir berdasarkan ijma’ ulama sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ibnu Taimiyah dan Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahumallah. Sebagai tambahan, guru kami Ibnu Baz menyebutkan bahwa tidak benar menamai orang-orang Nasrani dengan istilah Masihiyyin (pengikut Isa). Pelajaran Kedua Sesungguhnya tindakan melampaui batas yang berlangsung secara beruntun dan terus-menerus serta penghinaan atas nyawa kaum muslimin yang suci, [dirampasnya] harta dan kehormatan mereka yang bersih termasuk bencana dan musibah besar yang menimpa kita. Sungguh banyak kalangan aktivis di medan dakwah yang telah keliru dalam mendiagnosa penyakit ini. Dibangun di atasnya, mereka pun keliru dalam menempuh jalan penyembuhannya. Saya telah menerangkan hal itu di dalam mukadimah kitab saya ‘Muhimmat fi al-Jihad’ [http://www.islamanc ient.com/ books,item, 50.html]. Intisari dari penyakit ini adalah kemaksiatan kepada Allah. Dan yang paling besar di antaranya adalah meninggalkan tauhid dan sunnah serta tersebarnya syirik dan bid’ah di antara barisan kaum muslimin yang dinamakan dengan istilah tasawuf dan lainnnya. Dan keadaan ini semakin bertambah parah ketika muncul berbagai kelompok dakwah yang menelantarkan dakwah tauhid dan melalaikan peringatan agar menjauhi kesyirikan serta mengikis aqidah al-Bara’ (kebencian kepada musuh Islam) yang seharusnya tertuju kepada bid’ah dan para penyebarnya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata: ‘Dari mana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah: ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri’. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran [3]: 165). Allah juga berfirman (yang artinya), “Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan dikarenakan ulah tangan manusia, Allah ingin memberikan pelajaran dengan menimpakan sebagian akibat perbuatan mereka, semoga mereka mau kembali(ke jalan yang benar).” (QS. ar-Ruum [30]: 41). Maka kedua ayat tersebut dan ayat-ayat yang lainnya secara tegas menjelaskan bahwa semua musibah -di antaranya adalah berupa kelemahan dan dikuasai oleh orang-orang kafir- adalah akibat dari dosa-dosa yang kita perbuat. Untuk mengatasi hal itu, maka obat dan penyembuhnya adalah dengan kembali kepada Allah, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah ta’ala (yang artinya), “Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal salih, niscaya Allah akan menjadikan mereka benar-benar berkuasa di atas muka bumi ini, sebagaimana halnya Allah telah mengangkat orang-orang sebelum mereka menjadi pemimpin, Allah benar-benar akan meneguhkan untuk mereka agama mereka yang telah Allah ridhai bagi mereka, dan Allah akan menggantikan rasa takut yang mencekam mereka dengan keamanan; mereka senantiasa beribadah kepada-Ku dan tidak mempersekutukan- Ku sama sekali.” (QS. an-Nuur [24]: 55). Ini adalah janji dari Allah, sedangkan Allah tidak mungkin menyelisihi janji-Nya. “Itulah janji Allah, Allah tidak akan pernah menyelisihi janji-Nya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. ar-Ruum [30]: 6) Termasuk kekeliruan yang sangat fatal dan dosa yang sangat buruk yaitu [usaha sebagian orang] untuk memberikan posisi bagi Syi’ah Rafidhah untuk berada di antara barisan Ahlus Sunnah; sehingga mereka dapat dengan leluasa menyebarkan ajaran kekafiran dan kesesatan mereka, dan pada akhirnya mereka pun membahayakan Ahlus Sunnah. Sungguh mengherankan! Bagaimana bisa dibenarkan bagi seorang da’i yang mengajak untuk ishlah (perbaikan) kok malah memberikan tempat bagi Rafidhah yang mengafirkan umat terbaik setelah Nabi-Nya yaitu para sahabat yang mulia seperti Abu Bakar, Umar, dan Utsman, mereka jugalah orang-orang yang berani menuduh ibunda kaum mukminin -sosok yang sangat dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan istri beliau- telah melakukan perzinaan, mereka (baca: Syi’ah) juga melampaui batas dalam mengangkat kedudukan para imam mereka sampai menduduki derajat sebagaimana halnya derajat Allah, sebagaimana sudah saya terangkan dalam bantahan untuk mereka dalam risalah al-Qaul al-Mubin li maa ‘alaihi ar-Rafidhah min ad-Din al-Masyin [http://www. islamancient. com/books, item,70.html] . Dahulu saya telah memberikan nasihat kepada organisasi HAMAS beserta pimpinan mereka -semoga Allah memberikan petunjuk kepada kami dan mereka- dan saya peringatkan mereka mengenai dampak [buruk] yang akan muncul akibat memberikan posisi bagi orang-orang Rafidhah di Palestina dan akibat buruk dari menyanjung mereka, sebagaimana telah kami sampaikan dalam sebuah pelajaran yang telah didokumentasikan dan disebarkan dengan judul ‘Rasa’il ila Hamas’, di antara tindakan mereka yang keliru itu adalah kunjungan Khalid Masy’al ke Iran dan meletakkan karangan bunga di atas kubur orang yang binasa yaitu al-Khumaini, dan pernyataannya bahwa Khumaini adalah bapak ruhani yang menjiwai dakwah mereka (HAMAS) di Palestina[?! ]. Pelajaran Ketiga Wajib bagi kaum muslimin untuk menyadari ukuran diri dan kekuatan mereka. Hendaknya mereka bisa membedakan antara kondisi lemah dan kondisi kuat, dan sudah seharusnya mereka pun mengetahui hukum-hukum yang menjadi konsekuensi atasnya. Hendaknya mereka menjadi orang yang bertindak realistis, bukan menjadi tukang khayal yang gemar berandai-andai. Maka tidak dibenarkan bagi siapapun mengharuskan kaum muslimin mengikuti keputusan-keputusan yang tidak cocok dengan kondisi mereka [sekarang ini] dan kelemahan mereka; yang itu semua dibangun di atas impian persatuan dan kesatupaduan mereka [yang belum terwujud]. Akan tetapi, yang harus dilakukan adalah hendaknya kaum muslimin bertindak sesuai dengan kondisi mereka saat ini, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih perdamaian ataupun peperangan dengan mempertimbangkan kemaslahatan, yaitu mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan yang ada serta faktor-faktor lainnya. Tatkala beliau masih berada di Mekah, Allah belum mensyariatkan kepadanya jihad. Karena pada saat itu beliau sedang dalam kondisi yang lemah, sebagaimana yang telah dipaparkan oleh para pemimpin Islam, di antaranya Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Anda bisa menemukan keterangan mereka dengan jelas di dalam buku saya ‘Muhimmat fi al-Jihad’ dan dalam pelajaran yang berjudul ‘al-Jihad baina al-ghuluw wa al-Jafaa’ [http://www. islamancient. com/lectures, item,550. html] Betapa sering seorang muslim harus merasakan sakit akibat melayangnya nyawa kaum muslimin yang lain disebabkan kobaran semangat yang tak terkendali oleh ilmu sehingga menimbulkan kezaliman orang-orang kafir kepada kaum muslimin yang lemah justru menjadi berlipat ganda, maka jadilah mereka sebagai korban sembelihan orang-orang kafir yang sangat gemar menganiaya, dan mereka [orang kafir] itu adalah orang-orang Yahudi. Dan jadilah kaum muslimin sebagai korban akibat tindakan yang salah dari sebagian kaum muslimin, dan mereka itu adalah para pemimpin HAMAS. Saya tidak mengerti sama sekali apa yang mendorong organisasi HAMAS untuk melakukan tindakan-tindakan perlawanan secara terang-terangan kepada orang-orang Yahudi kafir terlaknat itu, padahal mereka juga mengetahui bahwa kekuatan mereka sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan orang-orang Yahudi. Bahkan, tindakan mereka itu justru -pada ujungnya- mengakibatkan semakin kerasnya penyiksaan kaum Yahudi kepada orang-orang yang lemah di antara kaum muslimin di Gaza. Sementara para pemimpin HAMAS bisa saja selamat karena mereka bisa membuat perlindungan di sekelilingnya untuk menyelamatkan diri. Kemudian, yang lebih aneh lagi adalah tindakan HAMAS yang tetap bersikeras meneruskan perang, sampai-sampai orang yang melihat mengira bahwa mereka memiliki kekuatan dan kemampuan yang memadai untuk menghancurkan Yahudi. Maka hal itu tidak lain justru semakin menambah sakit dan luka [pada diri kaum muslimin] akibat terjadinya berbagai pembantaian berdarah yang sangat keji [yang dilakukan oleh Yahudi, pent]. Salah satu contoh tindakan yang membuat orang tertawa sekaligus menangis adalah pernyataan HAMAS yang mendalili perbuatan mereka itu -serangan kepada Yahudi secara terang-terangan- dengan alasan terpaksa karena mereka berada sedang dalam kondisi terkepung. Sehingga hal itu mendorong mereka untuk memilih meninggalkan bahaya yang timbul akibat kepungan musuh menuju suatu bahaya yang lebih berat dan lebih mengerikan, yaitu menggabungkan antara [bahaya] pengepungan dan terjadinya pembantaian berdarah. Memang benar, menetapnya Yahudi di bumi Palestina adalah kejahatan dan kezaliman yang tidak boleh diakui sama sekali. Mereka pun harus diusir dan dibuat angkat tangan [menyerah] agar tidak lagi menjajah al-Quds. Akan tetapi, kekeliruan ini tidak boleh disembuhkan dengan kekeliruan lain yang lebih fatal yaitu dengan menyebabkan tertumpahnya darah orang-orang yang tidak bersalah dalam jumlah yang sangat banyak. Saya benar-benar mengajak kepada para pemimpin organisasi HAMAS untuk selalu bertakwa dan takut kepada Allah dan mengambil pelajaran dari para pendahulu mereka yaitu al-Ikhwan al-Muslimun (IM). Betapa banyak kerugian yang timbul akibat letupan semangat dan tindakan-tindakan membahayakan yang mereka perbuat sehingga menyebabkan melayangnya banyak nyawa sebagaimana yang dahulu mereka lakukan di daerah Hamat. Kejadian yang menimpa mereka ketika itu belum jauh berlalu dari ingatan kita. Hendaknya mereka takut kepada Allah demi terjaganya keselamatan kaum muslimin yang lemah di Gaza yang terdiri dari orang-orang tua yang sudah jompo, anak-anak yang masih menyusu. Lihatlah, sekarang darah itu sudah tertumpah, para wanita telah ternodai kehormatannya, demikian pula anak-anak telah menjadi yatim. Apa yang bisa kalian lakukan selain mengeluh dan mengadu. Lihatlah, apa yang bisa kalian harapkan dari Iran yang Syi’ah itu yang katanya siap memberikan bantuan kepada kalian kecuali sekedar melemparkan urusan [tanggung jawab] mereka kepada pihak lain dan menebarkan keragu-raguan kepada negara-negara Islam Sunni yang lainnya. Apa yang telah diperbuat oleh kaum Rafidhah (Syi’ah) di Irak berupa pembunuhan terhadap kaum Ahlus Sunnah dan menyerahkan urusan mereka kepada negara kafir Amerika merupakan bukti paling besar yang menunjukkan kekejian mereka, dan tidak mungkin kita berharap bantuan dari mereka untuk melawan kaum Yahudi dan Nasrani. Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan di dalam bukunya ‘Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyah’ [3/377] berkata, “Banyak di antara mereka -Rafidhah/Syi’ah- justru menaruh rasa kasih sayang kepada orang-orang kafir dari dalam lubuk hatinya lebih daripada kecintaan mereka kepada kaum muslimin. Oleh sebab itulah ketika pasukan Turki keluar sedangkan orang-orang kafir datang dari arah timur kemudian membunuhi kaum muslimin dan menumpahkan darah mereka di negeri Khurasan, Irak, Syam, jazirah Arab, dan negeri yang lainnya, maka kaum Rafidhah justru memberikan bantuan kepada mereka (orang kafir) untuk membunuh kaum muslimin. Dan menteri Baghdad saat itu yang sudah ma’ruf (dikenal) yaitu Alqami dan orang-orang yang sepertinya, mereka itulah orang-orang yang paling besar perannya dalam memberikan bantuan kepada mereka untuk menghancurkan kaum muslimin. Demikian pula orang-orang Rafidhah yang dahulu tinggal di Syam, mereka itu adalah orang-orang yang paling besar perannya dalam membantu orang kafir untuk memerangi kaum muslimin. Begitu pula orang-orang Nasrani yang dahulu diperangi oleh kaum muslimin di Syam, ternyata kaum Rafidhah pun termasuk pembantu mereka yang sangat berjasa. Demikian pula tatkala Yahudi berhasil memiliki pemerintahan di Irak dan negeri yang lainnya, maka jadilah kaum Rafidhah sebagai pembantu mereka yang paling besar perannya. Mereka itu selalu memberikan loyalitasnya kepada orang-orang kafir dari kalangan orang-orang musyrik maupun Yahudi dan Nasrani. Mereka membantu orang-orang kafir itu dalam rangka memerangi kaum muslimin dan memusuhi mereka…” Selesai ucapan beliau. Sekarang kalian, wahai HAMAS. Kalian telah membuka jalan untuk kaum Rafidhah guna merusak keyakinan-keyakinan Ahlus Sunnah dan mengubahnya menjadi [aqidah] Syi’ah. Dan sebaliknya, kalian justru melarang para da’i salafi [ikut serta memperbaiki kekeliruan kalian, pent]. Bahkan, sudah terbukti kalian berani melakukan pembunuhan kepada sebagian di antara mereka (da’i salafi) dengan mengatasnamakan kemaslahatan yang diada-adakan. Barangsiapa yang ingin mendapatkan tambahan bukti dan keterangan yang lebih lengkap silakan merujuk kepada pelajaran ‘Rasa’il ila Harakati Hamas’ [masih dalam bentuk ceramah audio, belum di transkrip, pent]. Saya memohon kepada Allah agar Dia mematikan kita sebagai syuhada’ di jalan-Nya dan menyejukkan hati kita dengan hancurnya Yahudi. Saya pun memohon kepada-Nya dengan segenap kekuatan yang dimiliki-Nya demi terjaganya darah saudara-saudara kami kaum muslimin di Gaza dan di semua tempat, dan semoga Allah memberikan hidayah kepada para pemimpin HAMAS untuk meniti jalan yang lurus. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Abdul Aziz bin Rays ar-Rays Pengawas situs al-Islam al-’Atieq http://www.islamanc ient.com Permulaan tahun 1430 H diterjemahkan dari: Durus Manhajiyah Min Ahdats Ghazah al-Filisthiniyah http://islamancient .com/mod_ stand,item, 26.html *** Penerjemah: Abu Mushlih Ari Wahyudi Artikel www.muslim.or. id Posted by ummu on Oct 10, '08 12:30 AM for everyone It began in the fourth week of this month, the third night of the week. It came to be the truth of my life. Life starts to open its mask for I begin to realize that I end up my mind being so careless and ignorance to my own feeling, my own posession, and my own will. I don`t trust the shield I take care of, I can no longer exist with the mind-frame I build. For the sake of my continious life, where should I throw the solitary torch I flared up with my courage, when it comes up thoroughly right after my face. It`s obvious when it comes menacing my own hope, the one I leave behind. The path I walk on seems to be ended destroying what I have dreamed of. It`s likely told me to choose another path that can be my right choice at the end. But I oppose for sure. How can? How pathetic I am knowing that I still want to return to where I feel that happiness, it feels unbreakable. So unfortunate being what I am now, disgracing my own fate. It`s too painful to remember the first and now we live our lives. I know you change your mind. But, can we go back as we were once then? I was the one who started it though. I can`t forget it since it has stayed deeeply in my heart. One thing I want so much is that I want the true of your feeling for me. What I truly for you. It`s just I don`t understand the way you think of me, is it because time has changed both of us so that the essence of our long life-promise has also break fading away like autumn wind. Blowing to where it wants, fading away without leaving any traces… Posted by ummu on Oct 10, '08 12:28 AM for everyone It was four years ago I had seen her for the last time. My best friend, my precious one who told me the wisdom of being teenager. `Remember Allah when you feel sad, and remember me when you feel lonely`, and what would you do if you feel the same? Where are you? Why you didn`t give me a chance to share your feeling if you`re indeed suffering. I should have gone to reach your heart before you went to a place where I even cannot follow you. My best friend, my precious one…. It`s my guilty believing that you live a happy life though you have through so much pain in the age when we should learn to open our mind happily towards the life of higher education. Where are you when I want to see you, to protect you as one who taught me that Allah would give me enlightment of hidayah if I try to run to. I miss you so much that I can only cry begging to Allah to allow me to see you one more time. For My lost best friend ** Dian Anggraeni ** Posted by ummu on Sep 8, '08 2:29 AM for everyone Hari ini Senin 8 September 2008, aku membuat roti dari jam 11 pagi dan baru beres sekarang nih jam 3-an. Roti kegemaran keluarga dan tetangga  berisi coklat dan kacang ijo. Berhubung roti yang kubuat banyak, maka sisa adonan kuputuskan buat pizza dua buah. sebenarnya kulit pizza ga pake telur dan mentega tapi tak apalah, hasilnya empuk banget. Pizza ini belum pernah kubuat semasa aku masih di rumah orangtuaku. Oleh karena itu aku niatkan pizza ini untuk ibu tercinta di Garut dan ibu mertua tersayang di Sumedang. Semoga Allah menerima niat baikku ini dan menyampaikan cintaku buat mereka nun jauh di tanah kelahiran. Aku cinta kamu ibu... Posted by ummu on Jul 3, '08 11:45 PM for everyone Saat pagi telah tiba, apa yang anda pikirkan? 1. Merunut kerjaan yg akan dilakukan atau 2. spontanitas aja? atau bahkan 3. `gimana nanti aja`? Dari kecil sampai sekarang saya sendiri gak pernah bisa tenang apabila pagi telah tiba. Jangan salah tangkap dulu, saya tipe pemikir no 1, merunut semuanya serapi mungkin dan mengerjakannya setuntas-tuntasnya. Akibatnya?? pussiiing!!! (ini bagi saya doank). Saat ini yg bisa saya pikirkan utk menguraikan benang kusut ini adalah `balance`, ya..keseimbanganlah yg bs membuat rasa pusing gara2 pikiran yg `terlalu rapi` ini. Tapi dilain pihak, disaat pekerjaan telah mencapai targetnya, ada satu kebutuhan yg hanya bisa dipenuhi oleh hati yg damai, tenang, dan dewasa. Namun, apa mau dikata...jawaban ini terlalu abstrak sehingga disaat saya tidak mendapatkannya yang ada adalah perubahan kondisi psikologis yg drastis. Sesuatu yg selalu mengganjal dalam hati -- walaupun hanya masalah sepele -- mampu mengubah pemikiran saya sampai ke akar-akarnya. Sesuatu yg `dormant` ini ternyata hanya bisa disembuhkan dengan keikhlasan, tidak mengharapkan apapun lagi, tidak ambisius, dan membiarkannya mengalir jernih sampai menemukan muaranya. Jangan harapkan anda menggenggam `balance` jika ia sendiri abstrak tak dimengerti oleh akal yg dangkal dan hati yg sempit. Ikhlaskan aja.. gak usah berharap terlalu berlebihan, yakin aja rejeki kita gak akan tertukar. Allah Maha Tahu apa yg kita rasakan. Bagiku... cukuplah Allah yg akan memenuhi apa yg sebenarnya kubutuhkan. Posted by ummu on Jul 3, '08 11:24 PM for everyone Pernah lihat orang yg nge-gap atau nge-geng?? berita terakhir di Indonesia ada geng SMA di Pati bernama geng N*** yang sampai membuat heboh kalangan pendidik di Indonesia. Secara pribadi memang ironis, tapi saya gak nyangka kalau gap atau geng tsb bukan hanya dikalangan pelajar, hal ini terjadi juga saat seseorang telah terjun ke dunia masyarakat. Sangat mengecewakan memang, tapi perilaku ini tanpa disadari terjadi dikalangan kita para ibu rumah tangga juga. Mungkin ada faktor penentu kali saat seseorang memilih dekat dengan si A dan memilih menjaga jarak alias interaksi basa basi dengan si B. Bukankah Rasulullah SAW telah memberi teladan bahwa hanya dengan orang yg beraqidah dan berakhlak baiklah kita berteman. Lantas jika disekeliling kita saudara semuslim semua kenapa kita harus membuat gap segala?! Kecuali majlis yg hanya berbuat ghibah, yg gituan mah kelaut aja. Posted by ummu on Apr 29, '08 12:06 AM for everyone Hari ini buku diary masih kosong. Tidak seperti buku-buku sebelumnya yang selalu penuh dengan tulisan pengalamanku. Sudah empat buku penuh dengan coretan lika-liku hidup yang kujalani, seperti menuliskan naskah drama usang. Namun diary biru itu tetap kosong, hanya 3 lembar yg terisi walaupun telah satu tahun kubeli di toko stationary dekat kosanku. Entah semenjak kapan aku malas menuliskan segala sesuatu yang terjadi kepadaku, senang maupun sedih, kesuksesan maupun keterpurukan. Rasa malas itu membuatku harus menelan semuanya dan menyimpannya dalam memori seakan-akan aku sendiri membuat bom waktu yg akan menumpahkan kepingan menyakitkan bagi badanku sendiri. Namun semuanya berubah pada jam 10 ini, ya...jam 10 pagi ini terkuaklah rahasia Tuhan yang selama ini selalu kusalahkan atas setiap kesedihan yang kudapat. Memang manusia hanya bisa menyalahkan Tuhan jika ia tidak memperoleh apa yg dimau. Sungguh manusia itu kerdil. Namun diriku kini lebih kerdil lagi karena ternyata Tuhan telah membuka tabir angkaraku. Tuhan sayang aku. Ternyata Allah sayang aku. Hari ini aku telah menguraikan benang kusut yg mengikat takdirku. Aku melihat bahwa akulah manusia yang paling beruntung di muka bumi ini. Tuhan menyayangiku dengan caranya yang tidak kumengerti. Semua yang tadinya kukira hanya pembawa kenestapaan ternyata justru pembawa kebahagiaan. Manusia memang dangkal walaupun sejatinya ia memiliki nalar. Aku sendiri begitu memalukan sehingga Tuhan harus memperlihatkan keterpurukan manusia agar aku menyadari kekeliruanku. Sungguh bodoh sekali aku. Namun saat ini nalarku telah tunduk pada syukur... Sepertinya diary biru itu harus mulai kuisi dengan nikmat-nikmat yang telah Tuhan berikan kepadaku agar disaat aku membacanya terbukalah kebodohan nalarku itu. God...please guide me.. (yang lagi belajar nulis tea -- mohon koreksiannya ya  ) Posted by ummu on Apr 22, '08 4:26 AM for everyone tanggal 6 April, minggu lalu tetehku menikah. ada rasa haru karena kesabarannya berbuah manis, rasa bahagia karena akhirnya kakakku merasakan nikmatnya menggenapkan iman, rasa sedih karena aku gak bisa pulang. ada hikmahnya juga aku gak bisa menghadiri pernikahannya, aku bisa pingsan jika liat ijab qabulnya. 2 minggu aku murung terus ingat pernikahannya. ingin rasanya kabur aja ke Indonesia. pikiran yg sangat kekanak-kanakan. gak mencerminkan diriku yg sudah jadi ibu. dasar manja! waktu aku nelpon minggu malamnya gak terasa aku nangis mendengar suaranya. kini kami berbeda. masing2 sudah menjadi istri sehingga aku gak bisa semanja dulu terhadapnya. tapi kami tetaplah saudara sehati. saudara kembar yg gak akan mengubah letak cinta untuk belahan jiwanya. semoga engkau mendapatkan barokahNya, tetehku sayang. selamat menikmati jamuan cinta Allah yg sejati yg belum pernah engkau rasakan sebelumnya. cinta yg akan membuat kita dewasa, cinta yg membuat kita rela mengorbankan segala sesuatu demi cinta yg telah Allah tautkan. selamat menikmati jamuan Allah saudara sehatiku.. Posted by ummu on Mar 20, '08 1:52 AM for everyone Hari ini terasa lebih melelahkan dari kemarin, terutama lelah hati karena sport jantung. siang tadi aku bersih2 balkon, tempat sampah aku sikat, dan lantai balkon aku guyur dan kugosok sampai bersih. walaupun diluar cuaca hujan dan angin kencang tapi krn sifatku yg perfeksionis dlm hal kebersihan maka kutahan juga rasa dingin yg menjalar ke tubuh. lagi tekun ngengosok lantai balkon tiba2 `klek` pintu balkon dikunci dari dari dalam oleh Hafizh. tak urung aku langsung panik. aku ketuk2 pintu minta dibukain, eh...Hafizh malah nunjuk2 TV, memang pintu balkon kami terbuat dari kaca transparan. dengan hati yg deg-degan aku berusaha utk tetap tenang, maka kuteruskan menggosok lantai sambil sesekali ngetuk pintu manggil Hafizh. setelah kerjaan selesai baru kepanikanku muncul lebih kuat lagi. angin sangat kencang menambah kegalauan hatiku. kuketuk-ketuk pintu sambil minta tolong Hafizh agar dibukain kuncinya. aku hampir nangis saat itu. bagaimana tidak?! jika Hafizh tdk bisa bukain kuncinya aku gak bisa minta tolong siapapun utk bukain pintu terlebih tempat tinggal kami berada di lantai 6! saat itu aku baru ingat jendela kamar mandi tdk dikunci jd bisa digeser. baru saat aku akan naik terdengar suara pintu balkon dibuka. Allahu Akbar! Hafizh melongo ke arahku dengan wajahnya yg polos. kupegang mukanya, kuciumi wajahnya dengan berucap terima kasih, "Makasih ya Hafizh, anak sholeh, anak baik, anak pintar". Alhamdulillah aku bisa masuk rumah akhirnya. aku beresin ember dan gayung yg tadi kupakai. Balkon jd bersih cuma sampah yg tadi aku pindahkan dari tempat sampah ada di depan pintu luar. maka kuputuskan utk menerjang angin kencang demi membuang sampah 4 kresek. Aku wanti2 Hafizh utk tinggal di rumah krn gak mungkin bawa dia dgn keadaan tanganku penuh dengan jinjingan sampah. lalu berangkatlah aku membuang sampah dan tentu saja aku mengunci Hafizh di rumah sendirian. Hafizh nangis tapi aku terus lari ke elevator turun ke lantai 1 utk buang sampah. khimar ku hampir lepas krn angin yg sangat kencang. lalu aku buru2 kembali. saat kubuka pintu aku kaget Hafizh ngutak-ngatik kunci pintu sambil kakinya bertumpu pd box tempat mainannya. Ya Allah, jika saja Hafizh mengunciku yg kedua kali maka aku sama sekali tdk akan bisa masuk. pintu rumahku ada 2 lubang kunci, yg satu aku pegang kuncinya tp satu lg aku tdk dikasih jimu. memang semua penghuni asrama ini hanya dikasih 1 kunci saja. Ya Allah...aku benar2 kapok ninggalin Hafizh sendirian di rumah. lain kali lebih baik kubukain aja pintu balkonnya kalau aku lg bersihin tempat sampah atau nunggu Hafizh tidur dulu baru aku buang sampah. Jadi ingat salah satu teman milis, kejadiannya hampir serupa cuma beliau terkunci dikamar mandi dan aku di balkon luar. tapi aku bangga pada Hafizh, dia tdk nangis saat aku panik dan dia bisa bukain pintunya lagi. Hafizh...makasih ya nak, maafin ummi sayang Posted by ummu on Mar 18, '08 8:43 AM for everyone Sudah seminggu lebih Abi pergi ke China. Abi berangkat Minggu 9 Maret yang lalu menuju Beijing, esoknya terbang ke Ulanbataar Mongolia, Sabtu 15 Maret Abi kembali ke Beijing. Insya Allah Sabtu nanti 22 Maret dia pulang bersama rombongan dan sensei nya. Salama itu pula setiap hari aku bermuhasabah. Apa yg telah aku telah lakukan demi rumah tangga kami. Ternyata masih banyak kekurangannya, kurang sabar yang pasti. Saat Abi berangkat ada sesuatu yg menyesak di dada. Ya Allah, kembalikanlah suamiku, berikanlah aku kesempatan untuk berubah, berubah seperti yg diinginkannya menjadi istri dan ibu yg shalihah. Ternyata keberadaan kami yg berjauhan menumbuhkan rasa rindu yg dalam, rasa sayang yg tiap hari semakin besar dan rasa cinta yg setiap hari semakin membuncah. Jika sudah begini jadi ingat kata temanku saat sebelum liqo dimulai, "Kenapa ya kalo pacaran aku suka bosen liat pacarku, tapi kenapa kalo udah nikah aku sama sekali ga bosen liat suamiku?", kurang lebih demikian. Saat itu temanku itu memang baru menikah dan dialah yg pertama yg nikah dalam kelompok kami. Jawabannya baru kutemukan saat aku jg sudah menikah. Jawabanku adalah, karena ikhwan yg jadi suamiku adalah pilihan Allah yg kupinta lewat do`a-do`aku. Maka dialah pendamping terbaik bagiku. Abi adalah sosok ikhwan terbaik bagiku, tidak mudah marah tapi cepat memaafkan. Abi jg orang yg berani mengambil risiko demi kebaikan keluarganya terutama bagiku dan Hafizh. Tahun 2005 bulan September, 3 bulan pertama pernikahan kami, dia berangkat ke Malaysia 1 minggu utk training. Hari pertama Abi di Malaysia kukabari bahwa Allah memberikan anugrah terindah yg kedua kpd kami yg kini bernama Hafizh setelah 2 bulan sebelumnya kehilangan yg pertama. Setelah itu Abi selalu wanti2 tiap harinya agar aku jaga makanan, jgn cape, dan lainnya sebagai bentuk rasa sayangnya terhadap calon buah hatinya. Pada hari kepulangannya dia tiba di Cengkareng sekitar jam 8 malam. Abi nelpon aku dikosanku. Aku ingin dia datang menjengukku saat itu jg. Maka Abi kembali ke Bogor utk menyimpan trolinya di rumah kontrakan kami. Dari Bogor sekitar jam 11 malam Abi berangkat ke Bandung menemuiku dan tiba jam 3 subuh. Kalau ingat saat itu aku jadi merasa bersalah. Kenapa Abi tdk menolak keinginanku itu? Padahal dia baru tiba dari Malaysia. Abi masuk angin dan tubuhnya merah gatal2. Memang Abi tdk kuat dingin. Kasihan sekali suamiku. Aku tdk mengerti knp Abi menuruti keinginanku saat itu, tapi yg bisa menjawab pertanyaanku itu adalah nalurinya sebagai suami sekaligus calon ayah. Maka sejak saat itu, jika aku marah kepada Abi, aku akan selalu mengingat kejadian ini sehingga hatiku luluh kembali. Ya Rabbi..Ya Allah yang Maha Mengetahui, lindungilah Abi dari fitnah dunia dan dari kejahatan yg ada di muka bumi ini, yg tampak dan yg tdk tampak. Ya Allah, aku titipkan suamiku padamu, kokohkanlah rumah tangga kami agar selalu berpijak di jalanMu. Ya Allah, ridhoilah rasa cintaku ini...cinta yg kuberikan hanya untuk ikhwan pilihanMU, suamiku... Posted by ummu on Feb 26, '08 1:14 AM for everyone Hari ini tidak seperti biasanya, abi pulang tergesa-gesa menghampiri komputer. "Bi, makan dulu" "Nanti dulu mi, coba liat sini abi bikin blog juga di wordpress" Lalu aku membaca tulisannya yg berjudul Tulisan Pertama karena memang baru satu itu. "Gimana pendapat ummi?bagus kan?" "Ini sih kayak bahasa jurnal, kaku ga luwes" "Hmm...gitu ya" lalu aku klik tag lain yg dia buat, ternyata.. "Lho, tag-nya kok nyambung ke tulisan orang lain, Bi?" "Eh, itu mah tag tulisan ini" "Oalah...tag-nya kebanyakan atuh" "Da kirain teh sama kayak keywords-nya jurnal"  "dasar Abi mah anak eksak, pantesnya bikin jurnal" Kita jadi ketawaan...ternyata...suamiku juga bikin blog Posted by ummu on Feb 14, '08 7:36 PM for everyone udah lama semenjak baterai kompi dicopot, display waktu jd error. sekarang aja yg seharusnya jam 9.31 jst di display malah jam 1.25. otomatis adzan pun gak pernah tepat waktu. pernah waktu konsen ke kompi adzan dhuhur sampe 3 kali. kompi suami jg mengalami nasib yg sama. tapi kalo baterainya disambungin lagi display waktunya bisa bener lagi. tapi berhubung adaptornya cepet panas kalo baterainya nyambung, makanya ma suami dicopot atas saran salah satu temannya. bagi teman2 yg mengetahui seluk beluk komputer, bisa sharing gimana caranya biar display waktunya bener jalanny tanpa harus nyambungin baterainya. onegaishimasu Posted by ummu on Feb 13, '08 9:22 PM for everyone A Agym bilang kalo udah terlanjur seperti pepatah nasi udah jadi bubur tinggal buburnya dikasih kacang goreng, daging ayam, kecap jadinya enak dimakan dech . nah, persoalannya gimana kalo buburnya yg terlanjur gosong? Musti dikasih `dekorasi` apa biar jadi enak? Kalo inget film The Time Adventure enaknya emang pake mesin waktu balik lagi ke masa lalu. Tapi itu hanya di film yg direka semau sutradara. Nah, kalo dikenyataan gimana coba? Yah, hadapi aja, nikmati keterlanjuran atau kegosongan bubur itu dgn perasaan sabar. Bener gitu?! Posted by ummu on Feb 13, '08 9:18 PM for everyone Kemarin 12 Feb Tie ikutan kelompok Bunga Melati yg terdiri dari 3 orang Jepang dan 3 orang Indonesia termasuk Tie sendiri. sambil ngajak Hafizh berbekal perlengkapan anak, Bismillah…kami berangkat jam 9.24 jst dengan bus menuju Tsukuba Senta. Saat itu gerimis dengan angin yg dingin. Tadinya mau belanja telur murah dulu, tapi karena kepagian jadinya kami nunggu di depan pintu masuk hampir 30 menit. Dingin sekali, kasian Hafizh. Kuberi ia susu botol. Tadinya agak bimbang ikut kelompok ini gara2 kurang PD, akhirnya walaupun belum bisa ngomong nihonggo nekat juga ikutan biar dapet teman lagi. Setelah belanja ketemu ma teman langsung diajak ke Kominkan. Anggota lainnya welcome banget. Tie jadi agak tenang juga walaupun awalnya kikuk. Hari itu jadwalnya belajar nihonggo. Dapet kosakata baru, plus diajak main ke Tsukubasan liat Hinamatsuri tgl 25 Feb nanti. Tapi tentu saja Tie gak bisa mutusin langsung tanpa seizin suami. Pulangnya dijemput suami krn Hafizh tidur. Saat itu hujan lumayan lebat, suamiku datang langsung dari labnya tanpa bawa payung, akhirnya dia juga kehujanan. Jalan kaki menuju Terminal kami kehujanan karena satu payung ga muat utk bertiga, yg penting Hafizh gak kehujanan. Pulangnya sekitar jam 1 siang, ga sempet masak soalnya suami ada seminar jam 3 nya. Akhirnya Tie dan suami makan mie doank plus telur dan wakame ditambah jamur Shitake. Suami langsung ke lab lagi sedangkan Tie nyuapin Hafizh setelah mengganti pakaiannya yg basah. Dari mulai tiba di rumah badan udah mulai kerasa gak nyaman. Lama kelamaan lambung jadi sakit, badan sangat lemas, kepala pusing. Kayaknya penyakit maag-ku kambuh lagi dan masuk angin nih. Pengen pingsan rasanya gara2 sakit banget lambung ni. Mau sms suami takut ganggu, dirumah ga ada obat. Akhirnya minum Habatussauda dengan air madu. Badan tetep aja sakit. Sampai malampun Tie gak bisa buatin makan malam buat suami krn ga mampu berdiri lama. Saat seperti itu rasanya pengen pulang ke rumah di Garut, ketemu Mamah. Kalo begini biasanya Mamah suka ngusap2 kening, mijit2 dengan balsem. Jadi ingat semasa kecil dulu. Waktu itu masih SD kelas 2 kalo gak salah. Papah bawa durian banyak, dasar Tie nya rakus, Tie makan durian lebih dari 1 sendirian ga mau bagi2. akhirnya sakit perut, lambung kena sampai napas sesak rasanya. Papah langsung gendong mindahin Tie ke kursi. Karena Papah petugas puskesmas jadi tahu kalo gejala gitu obatnya apa. Beliau buatin aku air gula merah pekat dan olesin perut Tie dengan kayu putih. Pengen pulang… Kalo sakit maag situ pas lagi sendirian musti gimana ya? Posted by ummu on Feb 9, '08 10:34 PM for everyone Kemarin jam 12 jst paket kiriman ibu mertuaku(Ema) sampai. suamiku yg paling senang krn makanan kesukaannya tiba, ikan asin dan teman-temannya . Yg paling membuatku kaget ternyata Ema juga ngirimin baju olahraganya (yg bila dipakai musim dingin gini badan kadi hangat), baju suami dan anakku, terlebih kakak suamiku juga ngasih aku cincin mutiara dan bros, katanya sih oleh2 dari Lombok. Aku terharu sekali, padahal kami hanya memesan makanan aja seberat 3kg, ini malah sampai 10kg. Ema juga ngirimin coklat silverqueen kesukaanku dan bumbu dapur yg hanya bisa dibeli di Ueno. Aku benar2 terharu. Langsung ku telpon Ema di Sumedang sana, menghaturkan berjuta-juta terima kasih dan minta maaf atas semua repot yg telah kutimbulkan untuknya. Suara Ema seperti sangat gembira sekali karena paketnya sampai, malah katanya makannya jadi enak gara2 denger berita ini. Mungkin saat itu Ema lagi makan. Ema….dia sosok ibu yg luar biasa. Dari awal aku menikah dgn putra bungsunya aku langsung menganggapnya ibuku sendiri. Kata2nya yg membuatku berkomitmen terhadap suamiku adalah “De, titip aa nya” . sebuah kalimat yg tulus terucap dari relung hati seorang ibu. Umurnya yg jauh lebih tua dari ibuku, 60 thn, membuatku tambah merasa hormat kepadanya. Ema…perempuan yg penuh pengorbanan. Disaat kami mulai menapaki awal pernikahan, beliau membantuku belanja barang2 rumah tangga. Beliau bersikeras tidak mau diganti ketika aku menawarkan sejumlah uang utk mengganti biaya yg telah dikeluarkannya utk keperluan kami. Ema dan Bapa datang subuh jam 3 ketika jam 11 malam sebelumnya suamiku menelpon mereka bahwa aku keguguran. Ya…aku kehilangan anak pertamaku yg masih satu bulan dalam rahimku. Ema mengantarku ke RSU Karya Bakti Bogor utk dikuret. Tapi Masya Allah, saat diruang operasi itu aku dinyatakan bersih, jadi tdk perlu dikuret. Berbulan2 kemudian baru aku tahu dari Ema bahwa suamiku menangis diruang tunggu, menceritakan segala keluh kesahnya dan kesedihannya kehilangan anak kami. Dan Ema…dia sangat tegar. Walaupun aku bisa membayangkan hatinya juga menangis melihat keadaan anaknya, tapi beliau selalu tegar agar anak2nya tidak lemah. 2 bulan kemudian aku dianugerahi anak lagi. Aku memberitahu suamiku saat hari pertama dia di Malaysia utk training. Kemudian Alhamdulillah…suamiku memberitahu Ema dan Bapa-nya, mereka lebih dahulu tahu tentang kehamilanku daripada orangtuaku sendiri. Kata Bapa “Alhamdulillah, moal teu dirawu dipangku ku Bapa mah”, kata Ema “jaga kesehatan ulah cape teuing”. Kami kembali ke rutinitas masing2, suamiku kembali ke Bogor menyelesaikan S2-nya di IPB, sedangkan aku ke Jatinangor menyelesaikan S1-ku di Unpad. Ya…memang selama setahun kami menikah hanya 3 bulan kami bersama. Sisanya suamiku di rumah kontrakan kami di Bogor dan aku sendiri tinggal dikosan di Jatinangor. Waktu terus bergulir, kehamilanku beranjak besar, anak kedua kami Insya Allah. Ema selalu menengokku, bersama kakak perempuan suamiku. Membawa makanan dan cemilan. Suatu hari disaat hujan deras mengguyur Jatinangor, tanpa kabar sebelumnya Ema datang dengan salah satu tetangga dekatnya. Ema menengokku membawa hasil kebunnya, kelapa muda, sawo, kacang panjang, daun katuk, dan banyak yg lanilla. Subhanalloh….Ema juga memberiku uang, padahal aku udah bilang ngga usah krn uang dari suamiku jg cukup. Tapi beliau selalu begitu, selalu sangat khawatir jika tidak memberikan apa yg ingin diberikannya. setelah Ema pulang, aku memanggil Mba UUn (ibu kosku) ke kamarku. Teman2ku jg diajak, kami semua makan cemilan dari Ema,daun katuk, kacang panjang, dan 1 kelapa muda aku berikan buat Mba Uun, kebetulan dia juga buka warung makan, jadi hitung2 membantunya. Saat sidang tiba dengan ditemani suami. Rasa tegang muncul sehingga perut ini juga seperti kram. Suamiku menenangkanku, saat tegang gitu suamiku malah melempari aku dgn kulit jeruk yg dibawanya, kami tertawa berdua diluar ruang sidang, tp saat aku minta jeruknya dia malah melarangnya, katanya takut perutku mulas. Sidangpun berjalan lancar dengan nilai tertinggi dari peserta yg sidang saat itu. Kulihat pancaran kebanggaan dari suamiku, maka pulangnya aku ditraktir makan es krim coklat kesukaanku... 2 hari setelah sidang aku melahirkan. Saat2 sulit dijalani. suamiku, Ema, dan Bapa juga ada menemaniku. Saat aku harus diinduksi dan kemudian akhirnya aku menjalani operasi caesar. Banyak cerita yg kudengar. Kejadian itu membuatku tambah menyayangi suamiku, dan kedua orangtuanya. Sebelum menikah banyak cerita yg kudengar tentang hubungan jelek antara mantu dan mertua. Tapi aku tidak pernah mengalaminya. Malah setelah aku melahirkan, Ema mengajakku tinggal dirumahnya sementara suamiku menyiapkan tesisnya di Bogor. 15 Mei 2006 aku sidang dan dinyatakan lulus, 26 Juli 2006 suamiku lulus S2 dengan ipk 3,92 dan sekaligus lulus seleksi S3 ke University of Tsukuba Jepang. Kami berdua berhasil membuktikan bahwa menikah sambil kuliah tidak akan menurunkan prestasi kami dan melunturkan tanggung jawab kami atas bakti kepada orangtua. Saat melahirkan tiba. 2 hari sebelum sidang suazmiku datang, disusul Ema dan Bapa. Mereka menjagaku. 2 malam sebelum sidang perutku mulas, dan ternyata itu pembukaan 1. aku terus berdo`a sambil mengelu-elus perutku, “jundi, tunggu ummi sidang 1 hari lagi yaa, ummi pengen lulus dulu” begitulah aku mengatasi rasa sakit yg menjalari perutku. Ema dan kakak iparku panik, mencari bidan malam2. tidak ada bidan yg bisa datang, akhirnya suamiku yg memijat pinggangku dan Ema yg mengolesi minyak kayu putih. Saat aku harus berangkat sendirian ke Jepang 29 April 2007, Ema menangis karena akan berpisah dari cucu kesayangannya. Ya..Ema selalu menangis ketika Hafizh dijemput orangtuaku ke Garut setelah 3 bulan di Sumedang terus. Ema…perempuan biasa yg luar biasa, mempunyai perasaan yg halus dan sangat penyayang. Semoga aku bisa mejadi ibu seperti beliau…penyayang dan selalu tulus… Buat Ema di Sumedang, ade sayang Ema…. Ichinoya 10 Feb 2008 Posted by ummu on Feb 9, '08 8:02 AM for everyone Saat ini,di jepang ini, aku merasakan perbedaan dalam hatiku. Terasa hampa. Entahlah, dulu sewaktu masih di jatinangor, tiap harinya hari-hariku terasa cerah. Keberadaan teman sangat mempengaruhi ritme hidupku. Teman utk berdiskusi, teman berangkat kuliah, kuliah itu sendiri dan terutama teman2ku di halaqah. Membaca tulisan salah satu temanku di Hamasah dulu membuatku tertegun. Dia menuliskan kata2 yg membuat hatiku tambah rindu…`teruntuk teman-temanku yg takkan pernah jadi kenangan`. Hamasahku telah menyebar, teman2ku telah pergi dan aku sendiri jauh disini. Aku kehilangan kontak. Setiap hari aku menunggu di dunia maya berharap ada salah seorang dari mereka muncul sehingga aku bisa menyapanya. Wisma Bahagia, empat tahun aku hidup di tempat ini. Ada rasa damai menyergapku selama tinggal di kosan ini. Malam Jumat akhwat2 penghuni WB ini selalu memakmurkan musholanya krn ada kajian dr ustadz yg kami undang dari Fizilal Quran, salah satu lembaga SIT (sekolah Islam terpadu) yg bermanhaj salaf. Pagi2 setelah shubuh seritar jam 5, aku dan teman2 berlima berangkat ke FQ utk belajar bhs Arab. Ust Elan yg dengan bijaksananya membimbingku yg memang tdk mempunyai background bhs Arab. Ust Abu Fahmi dengan Fiqh-nya, Ust Fatuh dgn pelajaran sholatnya, ust abu yahya, ust ahmad, ust isya dan istrinya teh Yeni dan banyak yg lainnya. Aku rindu kelas itu, aku rindu ajaran mereka. Setiap pagi hari aku dan teman2 kosan lari2 kecil menyelusuri jalan dipinggiran sawah. Segar rasanya. Mereka tetap mengajakku jalan pagi walaupun aku sedang hamil tua. Teman2 yg Sangat baik hati, selalu menegurku dikala aku lalai, memberiku reward atas prestasiku. Mereka juga memberiku masukan dikala aku lupus seleksi utk berangkat ke singapura. Mereka benar, aku tdk bisa pergi jauh tanpa mahramku, aqidahku jg dipertaruhkan. Maka aku pun berserah diri pada Allah agar memberiku yg terbaik. Mereka Sangat tahu dimana waktu utk bercanda dan serius. Mbak UUn dan Mas jani serta dua Mujahidah kecilnya, Rahma dan Imut, selalu menjaga kami semua, menjadi tempat kami curhat, pengganti ayah ibu kami yg jauh di kampung halaman. Semoga Allah Subhanahuwata`ala merahmati mereka sekeluarga. Mereka mengajariku sabar dalam berumah tangga. Melihat mereka yg rukun seperti melihat danau bening yg menyejukkan rasa. Tarima kasih mbak uun, mas jani, guru2ku, dan teman2. semoga Allah memperkenanku bertemu lagi dgn kalian semua. Hanya Allah yg Maha Mengetahui betapa aku benar2 rindu kalian. Lagi pengen cerita
Di sudut rumah yg sepi, Ichinoya 8 Feb 08 Posted by ummu on Feb 3, '08 9:33 PM for everyone kemarin tie diajak belanja ke supa bareng temen dan suaminya juga 2 anaknya yg masih kecil. sepanjang jalan ngobrol asyik sambil liatin salju dimana2. subhanalloh...baru pertama kali ini liat salju, norak banget ya .mbak mirna ngajak ke akachan honpo dulu, disitu tie liat lengkep bangeet, jadi pengen punya bayi lagih. wuiih...mimpi kallee..luka ini aja belum sembuh total hix yah...itu mah syahwat aja gara2 liat kereta bayi yg lucu2. beranjak dari situ hujan salju lebat banget. aduh..jadi inget suami ma hafizh dirumah, mereka lg ngapain ya... si abi bisa ga ya gantiin pamper hafizh..maklum abi tuh bisa sampe mual muntak kalo bersihin hafizh yg udah b.a.b. perasaan jadi ga tenang pengen cepet pulang. singkat cerita suaminya mbak mirna ni ngomongin Hanamasa, supa murah juga, wah seneng banget. tadinya abi yg mo belanja pake sepeda. kasian abi biasanya langsung tepar gara2 masuk angin soalnya jarak rumah dan Hanamasa kan jauuh, alesannya cuma pengen hemat waktu. soalnya kalo nunggu Tsukubus lama. singkat cerita,kamipun sampai. tie malah nanya "ini toko apa,pak", "lho..bukannya mau ke Hanamasa" jawab suami bu mirna, weleh..weleh...tie cuma bisa ketawa aja, dalem ati sih sebenarnya malu. habisnya kebiasaan ma abi pake tsukubus nggak secepat ini, yg pasti sih ditambah tie yg gak suka merhatiin rute jalannya. dari Hanamasa kami berangkat menuju Marumo. selempat-selempet (bahasa sunda tuh) mobil ni bikin tie bingung lagi, trus tie nanya " ini dimana,pak?", "lha...tadi katanya mau ke marumo" jawab suami mbak mirna. Adduuh...maluuu , kok nggak ngeh terus seeh ni otak. trus tie jawab "soalnya tie biasa pake `mobil angin` ma suami,pak" sambil ketawa malu gitu. di Marumo dapat hadiah, ceritanya ada cleaning gitu deh. tie dapat tempat merica ma sebotol bumbu cair tapi sayangnya ada sakenya, biasanya tie kasih ke tetangga gedung kalo dapat rejeki ga halal gini. tapi setidaknya dapat tempat merica, lumayan lah. mbak mirna malah dapat yg ga halal semua, dia langsung kasih ke orang jepang disitu, orangnya pasang muka bingung, langka kali ya.. pulang ke rumah abi bantuin ngangkat bawaan. liat hafizh yg udah rapi tie langsung nanya "abi mandiin hafizh ya?""iya, tadi hafizh b.a.b jadi langsung dimandiin", jawabnya"abi nggak muntah?""ya...mual2 dikit sih" (tie) trus liat wajan "abi masak apa?""lagi goreng kentang buat cemilan abi ma hafizh"Ya Allah...ternyata bisa juga si abi ngurus hafizh kalo ummi ga ada mah, ato terpaksa keadaan kali ya...ah..itu mah naluri ayah pastinya.yang pasti, ternyata abi gak ngeyel lagi ya kalo udah berurusan ma pamper hafizh.esoknya...."bii, tolong buangin pamper hafizh ya..""afwan mi, abi buru-buru nih..."tie: Posted by ummu on Dec 30, '07 4:52 AM for everyone Bismillahirahmanirrahim…… Wahai Allah yang maha pemegang kehidupan, aku ingin semua yang kujalani ini memiliki makna dikala aku merenungkannya. Mensyukuri atas semua nikmatmu adalah keinginanku, namun dikala aku terantuk akan pedihnya kenyataan, aku hanya bisa meneteskan air mata. Mencoba mengorek-ngorek hikmah setiap ujian yg Engkau berikan kepadaku. Mencari kembali jati diri yg kini hilang tertelan derasnya arus kehidupan. Memegang kembali hidayahMu yg dulu Engkau berikan kepadaku dengan penuh keindahan cinta. Wahai yang memegang hati manusia, dimana hatiku yg dulu Engkau sirami dengan cahaya cinta. Kenapa kini terasa penuh duri yang mengiris keimanan terhadap apa yang aku yakini. Aku tak ubahnya bagaikan sekuntum bunga ungu yang dilkala mekarnya memberikan wangi dan dipenghujungnya menyebarkan bau busuk. Aku ingin sekali mengerti rahasia yang Engkau berikan dalam makna hidupku. Makna hakiki yang akan memberiku cinta sejati yang tak lekang dimakan usia. Wahai Dzat yang menguasai alam, aku memohon dengan segala kelemahan jiwa manusiaku, berilah aku cintaMu agar aku bisa melihat segala sesuatu sebagai hikmah yang yang indah, semua yang kulakukan hanya demi mencari ridhoMu semata. Aku ingin merasakannya lagi, biarlah jalan hidupku hanya Engkau yg menguasai, manusia lemah ini akan selalu menitinya. Aku ingin kembali…aku merinduiMu ya Rabbi……
 | Bulan puasa sudah dekat.. ayo, belanja mukena sajadah, sarung anak :-). Supaya mereka tambah semangat sholatnya Tks yaaa...
|
 | . Sale…cuci gudang………Ngabisin Produksi 2009 nih…. Disc 30 %.....semua yang ready stock….. Tanpa limit order Untuk pengiriman Januari 2010….sampai yang ready stock habis Buruan barang terbatas….. Glitterfy.com - Photo FlipbooksMohon maaf apabila promosi ini tidak berkenan. |
 | Assalamualaykum. Teh Hesti kumaha damang? |
 | Ada Yg mau belajar 'SULAM PITA' ...? ( Private / rombongan)Buat yg mau belajar sulam pita, belajarnya gampang lho, di jamin 1x pertemuan dah bisa sulam pita. Biaya Kursus ( sudah termasuk alat-alat & bahan-bahan untuk menyulam) 1 orang = Rp 150.000 2 orang = RP. 120.000 / orang 3 s/d 10 orang = Rp. 100.000 / orang Tempat kursus = terserah, kami yang datang ke tempat anda Waktu (bebas milih terserah hari apa aza) = Senin s/d Minggu / hari libur Jam : Bebas milih jam berapa Regads Lia Hp (Fleksi) : 021-33754192 e-mail: emeli78a@yahoo. com http://sulampita.ning.comhttp://sulampitalia .multiply. com/ |
 | assalaamu'alaikum...jadi tau MP-nya Hesti deh! |
 | Wa`alaikumsalam teh Pici. makasih dah mampir. gantian tie yg mampir ahhh... ^^ |
 | Assalamu'alaykum tok..tok..tok.., ini pici nih,yg dulu pernah nyasar. salam kenal yah mbak. barokallahu fiiki :) |
 | Assalamu'alaykum ..... sapa kunjungan nih Ummi... Salam ukhuwah ya (kl bl sempet bli jilbabnya gpp kan? Hehe.. ^^) |
 | Assalamualaikum, salam kenal ummu,wah seru deh kayaknya tinggal di jepang.. |
 | hes....makasih ya....infonya....aku dah ubah passwordnya |
 | hesti.............................kangen juga nihhhhhhh..........moga bisa ketemu lagi yach........... |
 | Assalamu 'alaikum ... Marhaban Yaa Ramadhan Tiada kata seindah dzikir, tiada bulan seindah Ramadhan... Mohon maaf lahir bathin .. Semoga Ramadhan kali ini semakin meningkatkan iman, taqwa dan ukhuwah kita. Amiin... Wassalam... ^_^ |
 | numpang promo ya.. makasih mampir yuk ke site ku Ada mukena anak, sajadah anak.. Lucu2 deh.. tks ya... |
 | Hehehe... Iya mb.. kebalik ngasih harganya, makasih ya mb koreksinya...^_^
Salam buat hafizh ya mb... |
 |
wehaz wrote on Jun 11, '08 Selamat ulang tahun Wish you all the best.. :) |
 | Assalamualaikum. Salam kenal ya. |
| |